pria beresiko terkena kanker payudara

Kanker payudara menjadi momok bagi kaum perempuan. Tren pun kini beralih. Pembunuh terbesar bukan lagi penyakit menular, melainkan penyakit degeneratif seperti kanker & stroke.
Lebih mencengangkan, kanker payudara tak hanya diderita oleh perempuan tapi juga laki-laki. Sekitar satu % penderita penyakit itu diketahui berjenis kelamin laki-laki.
Dokter bedah umum RS JIH Shinta Vembriana menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab antara lain mutasi gen, riwayat keturunan, & bobot badan yg berlebih. “Gejala kanker payudara pada laki-laki sama dgn perempuan,” katanya, saat acara healthy talk di lobi timur gedung B RS JIH, Minggu (27/10).
Dia menekankan pentingnya deteksi dini melalui langkah pemeriksaan payudara sendiri mau pun secara klinis. Ketahanan hidup penderita kanker diklaim dpt meningkat hingga 90 % apabila gejalanya diketahui sejak awal.
Ada pun gejala kanker payudara diantaranya muncul benjolan, perubahan tekstur kulit, muncul luka yg tak kunjung sembuh, & keluar cairan berbau dari puting.
Bagi perempuan, waktu yg tepat untuk melakukan pemeriksaan payudara yaitu tujuh hingga 10 hari setelah hari pertama periode menstruasi. Faktor resikonya cukup banyak. Selain ada catatan riwayat keluarga, resiko lainnya yaitu pernah menjalani operasi tumor jinak, tak menyusui, pernah menjalani pengobatan hormonal dalam waktu lama seperti pemakaian pil KB atau injeksi selama lebih dari 12 tahun.
“Wanita yg hamil pertama lebih dari 30 tahun juga beresiko menderita kanker payudara,” ujar Shinta.
Ketua JIH Women Association, Retno Pangastuty Hartana mengatakan, kegiatan ini rutin diadakan tiap tahun dalam rangka memeringati bulan kesadaran kanker payudara. Event tahun ini yaitu kali ketiga.
“Kami selalu menggandeng komunitas lovepink yaitu komunitas para survivor kanker payudara,” katanya.
Presiden Direktur RS JIH, Mulyo Hartono, berharap kegiatan ini dpt menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker payudara. Jika diketahui sedari awal, pasien bisa mendapatkan hasil pengobatan yg jauh lebih baik.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*